Sejarah X JAPAN dimulai pada 1987, awalnya bernama Dynamite dan digawangi oleh dua siswa SMP Toshimitsu "ToshI" Deyama dan Yoshiki Hayashi, yang kini lebih dikenal sebagai YOSHIKI. Baik nama maupun anggota band ini terus berganti-ganti selama beberapa tahun; dan sementara itu, lagu-lagu awal mereka seperti I'll Kill You dan demo Break the Darkness dirilis secara komersil dan ini membantu meningkatkan popularitas mereka.
Periode pertengahan 80an terus mengasah musikalitas dan memperkuat keberadaan band ini, dimulai ketika YOSHIKI membentuk Extasy Records dan merilis single kedua mereka, Orgasm. Gitaris pendukung Tomoaki "PATA" Ishizuka kemudian bergabung secara permanen, diikuti oleh gitaris utama Hideto "hide" Matsumoto dan bassis Taiji Sawada, atau TAIJI, yang bergabung kemudian dengan vokalis ToshI dan drummer/pianis YOSHIKI, band ini akhirnya memiliki formasi tetap pertamanya dan nama X.
Sebuah audisi yang diadakan oleh CBS Sony mengantarkan mereka ke kontrak rekaman dengan CBS Sony pada bulan Agustus 1988, meskipun album pertama X, Vanishing Vision, sudah dirilis beberapa bulan sebelumnya di bawah bendera Extasy. Album tersebut diikuti oleh rangkaian tur panjang yang bahkan tidak terganggu oleh waktu yang mereka habiskan dalam syuting peran cameo di film Tokyo Pop.
Album kedua mereka, Blue Blood, dirilis pada bulan April 1989 dan berhasil dengan total merebut perhatian Jepang, di mana single Kurenai dan Endless Rain masih banyak dinyayikan di tempat-tempat karaoke di seluruh penjuru Jepang hingga saat ini. Setelah Blue Blood inilah X JAPAN kemudian merilis home video pertama mereka, rekaman konser mereka dalam format VHS, album ketiga yang berjudul Jealousy dan apa yang merupakan awal dari banyak konser sold out mereka di Tokyo Dome.
Meski selama beberapa tahun berturut-turut mereka meraih kesuksesan, dan dengan lancar merilis sejumlah album serta berhasil menggelar berbagai konser, X pun tidak mampu bertahan lama. Awal tahun 90an ditandai dengan berbagai perubahan dalam band ini, yang pada tahun 1993 mengubah namanya menjadi X JAPAN untuk membedakan diri mereka dengan band-band asal Amerika Serikat atau Australia yang memiliki nama yang sama. Bassis TAIJI meninggalkan band ini, yang kemudian bergabung dengan Loudness dan Cloud Nine. Posisinya digantikan oleh Hiroshi "HEATH" Morie.
X JAPAN meninggalkan Sony pada tahun 1993 dan menandatangani kontrak dengan Atlantic Records, dan merilis lagu sepanjang 29 menit yang berjudul Art of Life di bulan Agustus. Selama bertahun-tahun tahun mereka hanya merilis sejumlah single dan melakukan beberapa rangkaian tur hingga akhirnya mereka merilis album keempat dan, hingga saat ini adalah yang terakhir, yaitu DAHLIA, yang dirilis pada bulan November of 1996. Pada titik ini, mereka meninggalkan penampilan visual kei lama untuk tampil lebih modern; sempat juga dilaporkan bahwa beberapa fans menangis karena YOSHIKI dengan dramatatis memotong pendek rambut panjangnya.
Malangnya, para penggemar memiliki lebih banyak hal lagi untuk ditangisi di tahun-tahun berikutnya.ToshI, yang saat itu baru saja menikah dan mengejar solo karir “yang lebih sederhana”, memutuskan untuk meninggalkan X JAPAN pada tahun 1997, dimana akhirnya mereka memutuskan untuk bubar di akhir tahun itu.
Berselang lima bulan kemudian, hide, yang saat itu telah menjadi ikon rock melalui solo karirnya, meninggal dengan tiba-tiba, meninggalnya hide menjdi berita internasional; dugaan bahwa kematiannya disebabkan oleh bunuh diri membuat hati para penggemar menjadi tidak tenang, di mana setidaknya ada dua penggemar yang melakukan bunuh diri tak lama kemudian.
Terlepas dari tragedi tersebut, masing-masing anggota X JAPAN tetap bermusik di jalannya masing-masing.
Solo karir ToshI, didominasi oleh musik akustik dengan penekanan pada musik “healing”, bertahan hingga beberapa tahun.
PATA dan HEATH bergabung dengan programer I.N.A. dan Joya Shimoji dalam band hard rock DopeHEADz, yang berpisah setelah menelurkan dua album kemudian.
Sementara itu, YOSHIKI bergabung, meski hanya untuk sementara saja, dengan grup pop globe, yang dipimpin oleh teman lamanya Tetsuya Komuro. Selain memproduseri sejumlah lagu untuk berbagai band seperti TRAX, dia juga memulai proyeknya di Violet UK, suatu proyek solo yang bentuk dan formatnya tidak tetap yang hingga tahun 2010 belum menelurkan satu album pun. Pada tahun 2007, YOSHIKI bergabung dengan gitaris LUNA SEA Yune "SUGIZO" Sugihara, Gackt dan MIYAVI, membentuk supergrup S.K.I.N. yang setidaknya pernah tampil sekali di California.
Setalah perpisahan selama bertahun-tahun, akhirnya para anggota band ini melakukan reuni pada Juni 2007, dengan single baru dan tur yang diumumkan kemudian di tahun tersebut. Mereka secara resmi bergabung kembali pada Oktober 2007, dengan merekam video untuk I.V. di atas atap pusat perbelanjaan Aqua City di Odaiba. I.V., yang digunakan sebagai musik tema dari film "Saw IV”, menggunakan rekaman gitar milik hide yang belum dirilis sebelumnya.
Karena X JAPAN tidak mungkin tidak melakukan konser, maka tiga konser dalam tiga hari berturut-turut pun diadakan di Tokyo Dome pada Maret 2008, dengan Wes Borland, Richard Fortus dan SUGIZO menjadi gitaris pengganti yang mengisi posisi hide. Mereka kemudian tampil di hide Memorial Summit bersama sejumlah band-band terkenal, yang semuanya memberikan penghormatan kepada hide sang gitaris.
Meskipun tur dunia diumumkan kemudian, konser-konser tersebut ditunda selama beberapa bulan karena cedera leher di bagian disc hernia yang diderita oleh YOSHIKI. Setelah pulih, sejumlah konser kembali diumumkan, tapi sayangnya harus tertunda kembali untuk beberapa waktu, satu-satunya konser besar yang dilakukan adalah di akhir tahun 2008 saat konser New Year's Eve Countdown di Akasaka BLITZ.
2009 dilalui dengan lebih baik oleh X JAPAN, dengan konser dua hari di Hong Kong pada bulan Januari yang diikuti oleh bergabungnya SUGIZO secara resmi sebagai anggota keenam. Penampilan perdana mereka sebagai band dengan enam orang adalah di Tokyo Dome pada awal Mei, yang dilanjutkan dengan konser di Taiwan pada akhir bulan.
Pada tahun 2010, X JAPAN hijrah ke Amerika Serikat untuk mengejar debut major di Amerika Utara, tetapi tetap melanjutkan aktivitas di Jepang.
Sejarah X JAPAN masih belum menyentuh titik akhir. Dengan lagu-lagu baru seperti Jade dan Born to be Free yang masih menghantam bagai gelombang pasang — belum lagi bahwa mereka memiliki mesin pachinko mereka sendiri yang dikeluarkan pada bulan September 2010 — para penggemar masih memiliki banyak hal yang bisa dinantikan, terutama rangkaian konser di Amerika Utara yang sudah dimulai.
Siapa yang tahu apa yang tersimpan di masa depan bagai band ini.
Dulu dikenal sebagai X, X JAPAN kini dikenal sebagai salah satu band yang paling diacu di dunia musik Jepang hingga saat ini.
Diakui sebagai salah satu yang paling berpengaruh dalam masa-masa awal pergerakan visual kei, mereka pertama mengusung aliran power metal lengkap dengan gaya rambut yang wajib hukumnya pada dekade 80an itu sebelum berubah ke musik yang lebih progresif.
Kembali bubar selama satu dekade, X JAPAN sekarang menghibur penikmatnya dengan musik mereka yang lama dan baru, tanpa ada niatan untuk berhenti lagi dalam waktu dekat.
