Zy 39: MUCC

interview - 16.06.2008 19:00

developed color image

Ketika terbitan ini dirilis, MUCC telah menyelesaikan album barunya, yang akan dirilis tanggal 26 Maret, dan juga tur Amerika mereka yang bertajuk "TASTE OF CHAOS". Akan tetapi, saat mereka diwawancari, mereka jauh dari pendapat ini, dengan judul lagu dari album yang masih belum diputuskan. Ada lagu-lagu yang masih di mix, orkestranya telah dimasukan, namun suara vokalnya belum, dan bahkan beberapa lirik belum ditulis. Itu karena karya ini dimulai tidak seperti biasanya dan seharusnya menjadi dua buah mini album termasuk FUZZ, yang merupakan rilisan setelah album sebelumnya Gokusai, namun tiba-tiba ini dirubah menjadi full album. Ini adalah wawancara pribadi dimana kami menyelidiki secara menyeluruh pemikiran dari Tatsuro, Miya, YUKKE dan SATOchi sekarang ini.


Tatsuro

Pada wawancara terakhir kamu katakan "Album mendatang akan banyak menampilkan lagu-lagu keras", namun seberapa keraskah mereka?

Tatsuro: Mereka seperti sebuah kehidupan yang mengalir. Seperti dibentuk dari akar yang kuat dan batangnya tumbuh dari akar itu.

Lirik seperti apa yang kamu masukan kedalam lagu-lagu keras seperti itu?

Tatsuro: Saya tidak menulis lirik seperti saya sedang menuju masa mendatang. Bisa dikatakan "Ini merupakan sebuah kesimpulan". Bukan "Saya akan melihat lebih jauh dari itu".

Houyoku memiliki tema "Lebih jauh dari itu", kan?

Tatsuro: Ya, ya, ya. Ada banyak lagu dengan tema semacam itu, namun kali ini adalah sesuatu yang berbeda. Saya mendengarkan Houyoku akhir-akhir ini dan berpikir, "Houyoku memiliki banyak lagu-lagu bagus". Ada banyak lagu yang kami dengarkan secara teliti.

Saya rasa album ini dekat dengan 6

Tatsuro: Saya rasa sound nya dekat dengan 6 dan Gokusai, sedangkan isinya lebih dekat ke Houyoku karena mereka lebih pribadi dan saya tidak bernyanyi tentang band. Saya bernyanyi mengenai hal-hal yang sangat pribadi.

Hingga saat ini, ketika kamu menulis lirik, kamu melakukan itu seperti juru bicara di band, kan?

Tatsuro: Ya. Seperti saya mewakili band, mau tak mau saya memikirkannya dan saya rasa nuansa itu berada di suatu tempat, tapi saat ini saya tidak memikirkan itu sama sekali. Saya rasa akan baik menjadi bebas dan melakukan apa yang saya inginkan.

Akan tetapi, itu tidak berarti semua lagu-lagunya gelap, kan?

Tatsuro: Tidak.

Tapi mereka juga bukan lagu-lagu yang penuh harapan.

Tatsuro: Tidak. mereka tidak benar-benar turun atau naik, penuh harapan atau tidak.

Kamu benar-benar tidak tegas atau menyangkal apa saja

Tatsuro: Tidak. saya rasa ketika saya menulisnya saya sedang berada dalam suasana hati semacam itu. Contohnya, saya berpikir tidak begitu buruk melarikan diri dari apa yang saya benci. Barangkali ada orang yang mengatakan itu hanyalah melarikan diri dari kenyataan, atau "Kamu hanya melarikan diri!" namun saya tidak merasa hal ini begitu buruk untuk urusan semacam itu, Saya rasa itu terserah kalian, bukan urusan orang lain, untuk memutuskan mana yang baik atau buruk untuk diri kalian sendiri.


Miya

Saya dengar album ini seharusnya dibuat menjadi dua buah mini album, namun ini dirubah menjadi sebuah full album.

Miya: Ya. kami akan memasukan hal-hal yang sama sekali berbeda kedalamnya.

Apakah "hal-hal yang berbeda" itu musik heavy metal dan dance?

Miya: Ya. Metal dan dance. Kami menggunakan keduanya untuk dapat menjelaskan konsep etnik kami.

Pada wawancara terakhir, ketika kamu mengatakan, "Di album mendatang, beberapa lagu akan kamu isi dengan kekuatan hidup". maksud kamu musik etnik.

Miya: Musik etnik memiliki begitu banyak elemen yang membuat kamu merasakan hal seperti itu, khususnya banyak perkusi yang memberikan kamu sebuah perasaan raw heat. Sebenarnya, kali ini kami mengajak seorang pemain perkusi dan dia sangat bagus. Dia benar-benar memiliki heat yang seorang pemain drum atau gitar tidak miliki.

Musik etnik dipakai sebagai musik yang dimainkan sebelum prajurit pergi berperang. dimana mereka bernyanyi dan menari bersama untuk menaikan semangat juang.

Miya: Ya, dan untuk memohon hujan.

Bagaimana kamu menjadi tertarik dengan musik semacam ini, yang mana mempengaruhi orang-orang seperti ini?

Miya: Saya mendengarkan musik semacam ini ketika kami merilis Gokusai. Saya menyukai alat musik etnik seperti sitar dan sanshin, jadi ketika mereka tergabung kedalam sebuah musik, saya dapat membayangkan negara dari musik yang sedang dibawakan. Saat ini kami mendapatkan kegunaan dari alat musik semacam itu untuk memberikan gambaran lagu-lagu yang lebih baik

Oh, kamu membuat konsepnya setelah kamu menuliskan lagu-lagunya?

Miya: Ya. Setelah saya mendengarkan melodinya saya menyadari bahwa, "Melodi ini cocok dengan sitar. bukan dengan gitar." Alat musik lain memberikan saya perasaan yang sama seperti, "Bukan gitar elektrik, tapi gitar akustik." Saya sering menggunakan semacam pendekatan ketika saya memainkan alat musik, namun tidak begitu banyak di melodi-melodinya, jadi saya rasa ini sangat menarik. Menarik untuk membuat lagu-lagu yang melodinya bukan style Jepang.

Apakah maksudnya kamu lebih memperhatikan melodi-melodi di album ini?

Miya: Tidak begitu, tapi saya mengambil point dari suasana ini. Musik ini tidak benar-benar dimana seorang vokalis akan maju di atas panggung dan lampu sorot akan diarahkan ke dia, namun lebih dari sebuah gambaran yang kabur atau tidak jelas yang akan diproyeksikan supaya orang melihatnya.


YUKKE

Pada wawancara terakhir, Tatsurou mengatakan, "Ada banyak lagu-lagu keras di album mendatang." Apakah kamu berpendapat demikian juga, YUKKE?

YUKKE: Saya rasa begitu. Saat ini, ada banyak lagu yang dipilih dan kami harus memilih sedikit dari mereka, jadi itu yang membuat di bagian akhirnya sangat keras, saya rasa.

Apakah maksudmu lagu-lagu tersebut menekankan kekuatan?

YUKKE: Ya, saya rasa begitu. Kali ini kami membuat lagu yang berasal dari berbagai pendapat orang di dalamnya, seperti arranger dan lainya, jadi kami merasa ini fresh dan pendengar akan merasakan MUCC yang lebih baru, saya rasa.

Diantara berbagai orang yang kamu sebutkan, saya dengar NARASAKI dari COALTAR OF THE DEEPERS ikut terlibat.

YUKKE: Ya. Dia sebelumya mengatakan ke saya. "Mengapa kita tidak bekerjasama?" dan saya katakan "Tentu saja!" Kemudian kami bekerja sama dan itu menarik.

Lagu yang mana yang kamu kolaborasikan bersama NARASAKI?

YUKKE: Itu lagu Shion. Pada awalnya, ketika saya ditanya, "Apa kamu suka seperti ini?" dan mendengarkan demonya, lagunya memperlihatkan banyak warna yang kami tidak miliki di band kami. Pada saat itu ada sound yang sedikit mirip dengan bunyi suara katak.

Suara katak?

YUKKE: Ini bukan di dalam CD, namun saya dapat membayangkan gambaran yang penuh dengan warna-warna oriental, barangkali sebuah toko yang mengeluarkan bau dupa terbakar, dan menurut saya itu baru.

Saya yakin Shion berbau seperti dupa (tertawa) Jadi ini karena kamu bekerjasama dengan berbagai orang dan awal untuk membuat dua mini album yang tidak ada hubungannya dengan karya kamu yang terdahulu.

YUKKE: Saya rasa demikian. Kami merilis 6 sebelumnya, dan karya ini semacam pembesaran dari itu. Kami memulai album ini menjadi sadar memasukan lebih banyak lagu-lagu kedalamnya dan sedikit demi sedikit kami berpikir "Kami ingin membuat sebuah full album", dan kemudian kami melakukan itu.

Jadi pada waktu itu apakah kamu mengetahui ketika membuat sebuah album orisinil dan mini album benar-benar berbeda?

YUKKE: Ya. Itu berbeda. Kapanpun kami membuat sebuah album, saya membuat banyak lagu.


SATOchi

Kali ini saya dengar kamu membuat album kamu dengan cara yang berbeda.

SATOchi: Ya. Walaupun sebuah album seperti 6, dengan beberapa single yang dimasukan, namun ini bukan merupakan sebuah album dengan aliran yang sama sebagai album berikutnya, Gokusai. Kalau kami mengerjakannya seperti itu, saya rasa itu akan sama saja. (tertawa).

Jadi perasaan dan suasana hati kamu berbeda dari apa yang ada di album-album kamu biasanya?

SATOchi: Saya merasa ada sedikit perbedaan. Metode dari pembuatan lagu-lagunya berbeda. 6 terasa gila. Jadi saya kira ini hasil yang wajar.

Kamu terlihat seperti kamu sedang membicarakan orang lain. (tertawa)

SATOchi: Saya tidak bisa membuat lagu yang segala-galanya disengaja

Jadi kamu mengerjakan seperti biasa?

SATOchi: Ya. Saya membuat lagu yang datang ke saya.

Apakah itu lebih mudah membawakan lagu yang kamu buat sendiri?

SATOchi: Saya rasa begitu. Tentu saja konsepnya seperti kami membuat lagu, jadi akan mudah untuk membawakan lagunya. Jika saya disuruh untuk membuat sebuah full album sebelumnya, barangkali saya akan memikirkan banyak keseimbangan. Seperti, lagu pertamanya seperti ini lalu lagu berikutnya akan seperti itu, kemudian lagu yang cepat harus disini...

Jadi kamu bisa membuatnya tanpa memikirkan alirannya.

SATOchi: Ya. Ketika kami memperlihatkan lagu, kami tidak menciptakan lagu-lagu yang sejenis. Cita rasa musik dan hobi kami berbeda satu dengan yang lain, jadi kami tidak perlu memikirkan hal demikian.

Lagu yang mana yang kamu buat, SATOchi?

SATOchi: Saya membuat dua lagu. Judulnya masih belum diputuskan, tapi satu lagu saya kerjakan bersama Miya.

Apakah itu seperti SATOchi yang membawa ide dan Miya mengembangkannya?

SATOchi: Ketika saya membuat melodi, itu sulit. Saya menyatukan melodi A dan melodi B dari lagu yang terpisah dan membawakannya bersama, dimana terdengar seperti dua lagu meskipun itu hanya satu lagu, jadi kami mengubahnya.

Saya mendengarkan lagunya walaupun itu masih dalam pengerjaan dan saya rasa itu agak metal.

SATOchi: Karena itu adalah konsepnya, Miya memberikan saya sebuah topik atau style, seperti metal atau upbeat dance, apa saja yang saya ingin dilakukan sepanjang itu adalah lagu baru, jadi saya memutuskan membuat sebuah lagu metal.

Untuk wawancara sisanya, silahkan lihat Zy 39.

2008 Zy.connection Inc. All Rights Reserved.
related items
related artists
comments
blog comments powered by Disqus
related gallery


advertisements
  • L'Arc-en-Ciel - World Tour 2012