Wawancara dengan girugämesh di JRock Revolution

interview - 11.09.2007 19:00

girugämesh menyempatkan waktu untuk ngobrol dengan JaME seputar JRock Revolution, mini-album barunya, dan pirates.

Satu dari artis pendatang baru yang cepat menanjak di dunia visual-kei, band rock girugämesh menyempatkan diri untuk duduk dan ngobrol dengan JaME sebelum tampil pertama kalinya di luar negeri di acara JRock Revolution. Dengan pakaian sederhana dan duduk di pojok sebuah restoran di hotel Renaissance Hollywood, band ini memberikan pendapatnya pada kami sebelum tampil pada tanggal 26 Mei.

---

Untuk para pembaca kami yang mungkin belum kenal dengan girugämesh, Tolong kenalkan diri kalian.

Nii: gitarisnya girugämesh, Nii.
Яyo: Drum, Яyo.
shuU: Bass, shuU.
Satoshi: Vokalis, Satoshi. Senang bertemu dengan kalian.

Bagaimana girugämesh terbentuk dan bagaimana kalian saling bertemu?

shuU: Nii dan saya sudah berteman sejak sekolah dasar. Kami semua adalah teman-teman dari daerah setempat dan ngeband bersama. Jadi inilah kami.

Jadi kalian semua berasal dari kota yang sama?

shuU : Ya.

Bagaimana kalian bisa terlibat dan tertarik dengan musik?

Nii: Saya banyak dipengaruhi oleh ayah saya yang mendengarkan banyak musik.
Яyo: Ayah saya juga mempengaruhi saya..
shuU: Selalu ada gitar di tempat saya, jadi musik begitu saja masuk ke telinga saya.
Satoshi: Saya sebenarnya dipengaruhi oleh Ibu saya. Selanjutkan selama sekolah menengah, saya mulai main gitar akustik dan tampil di festival-festival sekolah.

Kapan pertama kali kalian tampil?

Nii : Ehh...(berpikir) ketika kami di sekolah menengah.

Apakah menakutkan?

Nii : (tertawa) Ya, sangat. Pada saat itu para penonton terlihat begitu seksama dan kami bisa melihat ke semua orang.

Apa yang menarik kalian ke dunia visual-kei?

Nii: Saya kira bisa dikatakan bahwa musik yang kami semua dengarkan adalah tipe musik visual-kei. Jadi begitulah kami akhirnya terjun ke dunia ini juga.

Band apa yang kamu dengarkan?

Яyo: X-Japan.

Saat kamu mengarang lagu, apakah pertama-tama membuat musiknya atau menulis liriknya? Dan bagaimana proses aransemen-nya?

Яyo: Musik dibuat lebih dulu sebelum lirik.
shuU: Saya mengaransemen bass dibagian pertama dan kemudian saya memberikan ke member lain. Dari sana, kami semua bekerja mengaransemen keseluruhan lagu.

Яyo, kamu yang mengarang sebagian besar lagu-lagu girugämesh. Apa yang menginspirasikan kamu?

Яyo : Saya dipengaruhi berbagai macam jenis musik. Band-band Jepang dan juga Amerika.

shuU, kamu menulis Ame to Fukoumono dari 13's reborn. Ini terasa agak beda dari beberapa lagu-lagu girugämesh sebelumnya.

shuU: lagu itu adalah apa yang ada dalam benak saya, baik musik dan liriknya, saya ingin membuat sesuatu yang lebih hidup namun masih sangat powerful.

Satoshi, apakah lirik kamu berdasarkan pada pengalaman dan perasaaanmu sendiri atau kamu mendapatkan inspirasinya dari sumber lain?

Satoshi: Kebanyakan lirik yang saya tulis untuk girugämesh akarnya dari emosi saya, kemarahan dan apa yang saya rasakan pada saat itu juga.

Apakah pernah mengalami kesulitan menemukan kata-kata yang tepat?

Satoshi: Ah, bisa dikatakan masing-masing dan tiap-tiap kata memiliki pengertian yang berbeda. Masing-masing orang mempunyai perasaan dan nuansa sendiri seperti saya berusaha memproyeksikan apa yang sedang saya alami.

Bisa kalian ceritakan tentang mini-album terbaru kalian, Reason of Crying?

shuU: Kami selalu menyukai tantangan baru, namun kami masih tetap dengan gaya girugämesh. Kami berusaha menggambarkan seperti judulnya, Reason of Crying.

Bagaimana proses pembuatannya berjalan?

shuU: Nii membuat satu lagu tapi sisanya dibuat oleh Яyo sebagai komposer utama kami. Satoshi yang menulis semua liriknya.

Mengapa memutuskan merilis Volcano hanya sebagai video single?

ShuU: Kami ingin memvisualisasikan gambaran ledakan dari sebuah gunung berapi.

Kalian telah menyanyikan ulang lagunya Mika Nakashima yang berjudul Glamorous Sky sebelumnya. Apa yang membuat kalian menyanyikan lagu tersebut?

shuU: (tertawa) saya katakan sejujurnya, ini bukan sebuah cerita yang menarik. Kami semua berempat hanya menyukainya saja.

Satoshi, kami dengar kamu penggemar berat film. Apakah kamu ada kesempatan untuk melihat-lihat Hollywood saat kamu disini?

Satoshi: (tertawa) belum. Kami masih sedikit merasa jet-lagged.

Apakah kamu ingin menonton film terbarunya Pirates of the Caribbean ?

Satoshi: (tertawa, menggangguk) Ya, tentunya!

Apakah kamu ada keinginan membuat musik atau menyutradari film?

Satoshi: Ooo... apabila ada musik-musik yang menarik yang bisa saya tulis...apabila saya bisa menyutradarai film dan mencocokan dengan musiknya, rasanya cukup menarik dilakukan.

Kalian main di Nippon Budokan untuk pertama kalinya akhir Desember ini. Bagaimana rasanya?

shuU: begitu besar tapi tidak ada yang sangat luar biasa, kami mengaturnya sama seperti live kami yang lain. Kami memang sedikit gugup, tapi jika kamu melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, dengan tempat yang lebih besar dimana lebih banyak yang bisa kami lakukan dan kami bisa dapat pengalaman. Kami jadi merasa lebih banyak gembira daripada gugup.

Apakah kalian merasakan mendapatkan reaksi yang baik dari fans?

shuU: Ya. kami sangat senang dengan reaksinya dan ada lebih banyak fans yang bersorak-sorai, ini lebih dari yang kami harapkan.

Nii, kamu pernah berpartisipasi di session band dengan sejumlah artis lain dari Danger Crue. Apakah kamu merasa gugup?

Nii: (tertawa) Pasti! Itu lebih mengerikan daripada sewaktu main di girugämesh awal-awal.

Seberapa sering kamu berlatih sebelumnya?

Nii: Ah, kami hanya sekali saja berlatih bersama-sama.

Setelah ini, kalian akan mengunjungi Jerman untuk ambil bagian di J-SHOCK 2007. apa yang kalian harapkan dari Eropa?

shuU: Ini adalah perjalanan kami yang pertama ke Eropa, seperti halnya JRock Revolution adalah pertama kalinya kami ke Amerika. Kami merasa sangat senang dan sangat menantikan hal ini.

Sekedar senang-senang. Bisa kamu katakan sesuatu tentang member yang tepat ada disebelahmu?

Nii (tentang Яyo): Sebentar...Яyo, huh? Dia member termuda di girugämesh, tapi tingkahnya serasa paling tua.
Яyo (tentang shuU): Dia adalah member yang paling dihormati. Kami semua hormat padanya dan sebagai orang dewasa di band. Tanpa dia, kami bertiga akan berantakan.
shuU (tentang Satoshi): Ada celah BESAR antara kepribadianya di kehidupan nyata dengan di atas panggung selama konser. Ada perbedaan yang kadang-kadang mengganggu saya (tertawa)
Satoshi: (tentang Nii) Dia sangat emosional dan bisa membuat semacam suasana bagi kami. Bisa dikatakan dia adalah mood maker.

Pesan terakhir untuk fans kalian?

Nii: Kami ingin terus bergerak maju. Tolong nantikan dan dukung kami.
Яyo: Kami ingin mengguncangkan dunia ini!
shuU: Pertunjukkan kami, musik dan lagu kami seperti diari kami. Jika kamu lihat ke belakang dan memikirkannya, kamu bisa melihat bagaimana kami makin berkembang.
Satoshi: Bahasa boleh beda, tapi perasaan kami selalu berasal dari hati, jadi berikanlah tempat untuk kami didalam hati kalian.

---

JaME mengucapkan terima kasih untuk para staff JRock Revolution, Renaissance hotel, Danger Crue, dan girugämesh.
related artists
comments
blog comments powered by Disqus
related themes

JRock Revolution

related gallery
advertisements